OJK Pamer Stabilitas Keuangan Kepada Investor AS

74 View

Tasykil.com – Hallo semuanya, pembahasan yang akan kalian simak tentang OJK Pamer Stabilitas Keuangan Kepada Investor AS.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri sejumlah pertemuan kalangan pebisnis dan para tokoh serta akademis di sejumlah kampus di kota New York.

Dalam forum “The Indonesia B20 Roadshow: Indonesia-US Business Forum” yang digelar di Konsulat Jenderal Republik Indonesia, New York, akhir pekan ini, Wimboh menyampaikan kepada kalangan bisnis bahwa potensi investasi Indonesia antara lain didukung oleh sektor jasa keuangan yang stabil.

B20 merupakan forum lanjutan dari G20 yang mewakili bisnis internasional. Forum ini dihadiri oleh ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Arjad Rasjid.

Wimboh menjelaskan, laju intermediasi sektor perbankan terus meningkat dan per Februari telah tumbuh 6,3 persen yoy dengan risiko yang terkenda, yang mana terlihat dari data NPL gross 31%.

Kinerja OJK yang Membaik

Dilansir dari situs resmi OJK. Wimboh menjelaskan, indusri perbakan indonesia telah menunjukkan ketahanan yang konsisten dengan tingkat Capital Adequacy Ratio (CAR) pada saat ini sebesar 25,8%, angka tersebut sudah mencapai di atas 20% meski dalam masa pandemi, dan bahkan membaik.

Dimana penjelasan Wimboh Santosa dalam arti, perbakan indonesia akan siap untuk menghadapi risiko untuk ke depannya.

Selain itu, menurutnya kinerja di sektor Pasar Modal juga terus menjukkan tren positif. IHGS pada 14 April 2022 berada pada angka 7.235,53 (9,94 persen ytd) dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.

Baca juga: Kabar Penting! Bappebti Blokir 218 Situs Investasi Bodong

Perolehan dana juga terus mencerminkan optimisme pasar dengan 18 Initial Public Offerings (IPO) sepanjang tahun 2022, dengan nilai Rp19,21 triliun.

Industri Keuangan Non Bank (IKNB) menunjukka kinerja stabil dan kuat. Risk Based Capital (RBC) pada asuransi jiwa dan asuransi umum dan reasuransi terjaga dengan baik masing-masing sebesar 535,7 persen dan 323,1 persen. Pertumbuhan pembiayaan dari multifinance juga membaik, tumbuh 2,43 persen yoy.

Sementara itu, untuk Non Performing-Finance (NPF) perusahaan pembiayaan menunjukkan hasil yang bagus di 3,25%.

Data kinerja industri jasa keuangan yang stabil dan prospeknya yang bagus menurut Wimboh Santosa merupakan informasi yang sangat bagus bagi para investor asing yang ingin memulai berinvestasi di perusahaan-perusahaan jasa keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.